Kamis, 05 Februari 2009

SATUAN ACARA PENYULUHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Gangguan Konsep diri

Saran : Pengunjung poliklinik GMO di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang .

Hari dan tanggal : Selasa, 13 September 2005

Waktu : 30 menit

Jam : 09.00 WIB s/d selesai

Metode : Diskusi dan tanya jawab

Tempat pelaksanaan : Di Pliklinik GMO Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang

I. Tujuan Intruksional Umum

Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan pengunjung poliklinik mengetahui tentang konsep diri.

II. Tujuan Intruksional Khusus

a. Diharapkan pengunjung poliklinik mengetahui tentang pengertian konsep diri.

b. Diharapkan pengunjung poliklinik mengetahui tentang respon konsep diri

c. Diharapkan pengunjung poliklinik mengetahui tentang rentang tanda dan gejala kegagalan

d. Diharapkan pengunjung poliklinik mengetahui tentang tingkatan keperatan diri.

III. Materi Terlampir


V. Metode : Diskusi dan tanya jawab

VI. Media : Flip Chart,leaf leat

VII. Perngorganisasian :

Moderator : Syafrinawati

Penyaji : Lusi Febrianti

Observer : Novervi

Ria Manita

Fasilitator : Adi Martono

Fitra Oktaviana

Yetri Nenda

VIII Uraian tugas

1. Penanggung Jawab

Mongkoordinasi persiapan dan pelaksanaan penyuluhan

2. Moderator

- Membuka acara

- Melaksanakan kegiatan

- Menjelaskan tujuan kegiatan

3. Presenter / penyaji

Memberikan/menyaji/penyuluhan kepada pengunjung poliklinik

4. Observer

- Mengamati proses pelaksanaan kegiatan penyuluhan dari awal sampai akhir.

- Membuat laporan hasil penyuluhan yang telah dilaksanakan

5. Fasilitator

- Memotifasi peserta untuk aktifitas selama penyuluhan

- Menyiapkan tempat

IX. Seting tempat


E. Strategi Pelaksanaan

2. Metoda : Ceramah dan tanya jawab

3. Kegiatan : Penyuluhan

4. Waktu/tempat : Selasa 13 September 2005

5. Media : Flip Chart dan Leaf leat

L

Co

6 Seting tempat :







M E D I A

P

P

P

A

F

A

F

A

F

O









Keterangan :

L : Leader

Co : Co leader

F : Fasilitaor

A : Audien

O : Observasi

P : Pembimbing


BAB III

Gangguan Konsep Diri

  1. Definisi

Gangguan yang dipengaruhi disaat lahir yang belum mengenal dan membedakan dirinya dengan orang lain (Keliat, 1991)

  1. Komponen-komponen dari Konsep Diri

Faktor penyebab dari gangguan konsep diri terdiri dari 5 komponen yaitu :

    1. Gambaran dir

Gambaran diri adalah sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar (Sturt dan Sundeen,1991 hal 374).

Seperti bentuk tubuh, tinggi, berat badan, dan tanda pertumbuhan sekunder.

    1. Ideal diri

Ideal adalah presepsi individu tentang bagaimana ia harus berprilaku dengan standar pribadi (Stuart dan Sundeen, 1991 hal 374).

Seperti cita-cita dan harapan pribadi berdasarkan norma sosial (keluarga dan budayaan). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ideal diri :

1. Kecendrungan individu menetapkan ideal diri pada batas kemampuannya.

2. Faktor budaya, akan mempengaruhi individu menetapkan ideal diri, kemudian standar ini dibandingkan dengan standar kelompok teman sebaya.

3. Ambisi dan keinginan

    1. Harga Diri

Cara meningkatkan harga diri

a. Memberikan kesempatan yang berhasil

b. Menanamkan kegagasan

c. Mendorong aspirasi

d. Membantu membentuk kopin

    1. Peran

Peran adalah pola sikap, perilaku, nilai dan tujuan yang diharapkan dari seseorang berdasarkan posisinys di masyarakat.

    1. Identitas

Identitas adalah suatu kesadaran diri yang bersumber dari obsevasi dan penilaian yang merupakan sintesa dari semua aspek.


konsep diri sebagai suatu kesatuan yang utuh (Stuart dan Sundeen, 1991 hal. 378).

  1. Rentang Respon Konsep Diri




Respon adaptif Respon Mal Adaptif

: : : : :

Aktualisasi Konsep Diri Harga diri Kekacauan Depersona

Diri Positif Rendah Identitas lisasi

  1. Akibat dari Gangguan Konsep Diri
    1. Psikosis
    2. Neorosis
    3. Anoregksia Nervosa
    4. Obesitas
    5. Kriminal
    6. Kenakalan
    7. Penyalah gunaan zat
  2. Perawatan di Rumah

Setelah klien pulang kerumah, sebaiknya klien melakukan perawatan lanjut pada puskesmas di wilayahnya yang mempunyai program integrasi kesehatan jiwa. perawat memiliki komuniti yang menangani klien dapat menganggap rumah klien sebagai ruang perawatan. Perawatan klien dan keluarga bekerja sama untuk membantu proses adaptasi klien di dalam keluarga dan masyarat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar